JURI RAKYAT : Rahasia Di Balik Uang Dollar Kini Terungkap

 
Juri Rakyat – Rahasia terselubung di balik uang dola. data ini di buat dengan sebenar-benarnya berdasarkan fakta kenyataan yang terjadi di dunia ini.
Sekarang kita kembali ke tragedi 911 (September 11) dimana gedung kembar WTC di New York runtuh ditabrak oleh dua buah pesawat, dan markas pertahanan keamanan militer Amerika, Pentagon juga rusak ditabrak pesawat. Tapi benarkah begitu? 
Begitu mudahnya bangunan-bangunan kokoh berkonstruksi baja itu dapat tumbang? Memang ada perhitungan teori fisika yang membuat hal itu mustahil terjadi. Tapi saya tidak akan menjelaskan hal itu saat ini. Sekarang kita bahas saja hal yang lebih tidak masuk akal daripada itu.
Amerika Serikat berdiri kurang lebih 450 tahun yang lalu. Dimana saat itu ditetapkannya pula mata uang Amerika Serikat yang berwarna hijau itu. Dan sejak 450 tahun yang lalu pula mata uang Amerika tidak pernah direvisi.
Sekarang coba kita telaah mata uang yang sejak 450 tahun yang lalu itu belum berubah bentuknya.

Dimulai dari uang 20 Dolar. 
Ini uang 20 Dolar Amerika.
Sekarang kita coba lipat. (Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
(Kalau ada yang membawa uang 20 Dolar Amerika, boleh dicoba.)Sekarang kita coba lipat lagi. (Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.)
Sekarang kita lipat lagi seperti ini. (Kita bukan sedang belajar membuat origami ya!)
Kalau sudah…sekarang lipat lagi seperti dibawah ini, dan lihat hasilnya..maksudnya lihat gambar yang dilingkari ini.Nah loh! Apakah itu??
Itu adalah gambar Pentagon setelah ditabrak pesawat. Lihat gambar gedung yang berasap itu!Kalau masih belum percaya, akan saya perjelas lagi.
Nah! Sama kan??
Untuk kali ini terbukti bahwa uang 20 Dolar Amerika menyimpan rahasia tentang konspirasi
penghancuran Pentagon. (oleh siapa? Mata uang ini kan punya Amerika sendiri??)
(Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
Cukup untuk pesan terselubung Pentagonnya. Sekarang kita ke New York dengan 20 Dolar yang setengah kusut ini, untuk melihat ada apa di sana.
Masih di 20 Dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.
Sekarang kita pakai sisi lain dari uang 20 Dolar ini. 
Langsung saja lipat seperti gambar di bawah ya! (Ikuti instruksi!)
Langsung saja kita lihat hasil karya lipatan kita…Nah loh! Kok begini???
Sepertinya saya kenal gedung itu!
Ya, benar sekali…itu adalah gedung kembar WTC New York yang sekarang tinggal kenangan itu.
Masih belum percaya?? Lihat ini!
(Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
Bagian sebelah kiri ditabrak oleh Flight 175 dari United Airlines yang meluncur dari sebelah kanan
gedung. Sementara bagian sebelah kanan ditabrak oleh Flight 11 yang dimiliki American Airlines
yang meluncur dari sebelah kiri. Lihat tulisan di kanan dan di kiri uang, yang lengkapnya adalah
The United State of America. (Lho? Memangnya 450 tahun yang lalu kedua perusahaan
penerbangan itu sudah ada? Jawabannya, tentu saja belum. Bahkan ke 2 gedung itu -pentagon
dan WTC- bahkan belum dibangun.)
Sekarang kita bahas bagian yang paling aneh dari 20 Dolar kita ini.
Lihat baik-baik gambar ini!
Nah loh! Sudahkan 450 tahun yang lalu OSAMA BIN LADEN lahir??
(Jangankan OSAMA, Buyutnya Kakek Buyutnya saja belum lahir.)
Untuk rahasia dibalik 20 Dolar ini, bisa ditemukannya dari kode :
911 (September 11) >> 9 + 11 = 20
Jadinya 20 Dolar!
Cukup untuk 20 Dolar, karena sudah kusut kita lipat-lipat sekarang kita tukarkan uangnya dengan
sebuah 5 Dolar dan sebuah 10 Dolar. Lihat ini!

Dalam 5 Dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu juga terdapat
rahasia penghancuran WTC New York.
Sekarang kita lihat uang 10 Dolar kita!
Gedung pertama WTC yang sudah berasap.
Belum puas?? Lagi??
Sekarang kita pinjam uang 50 Dolar dari tetangga saya.
Ini WTC saat bangunannya runtuh.
Mau lagi?? Kita pinjam lagi 100 Dolar sama tetangga saya yang tadi.
Lho?? Apa ini?? 
Ini asap gambar asap dari WTC yang telah runtuh.
Detail sekali mereka membuat pesan terselubung ini!
Sampai-sampai gambar asapnya saja tidak lupa dibuat.
Sudah cukup melipat-lipatnya, kalau terlalu kusut nilai dolar yang kita punya jatuh.
Tahukah kamu siapa yang membuat pesan terselubung ini???
Jawabannya ada di uang 1 Dolar! (Lagi-lagi uang!)
Lihat ini!!

Coba lihat 2 lambang yang ada di dalam 2 lingkaran itu!!
Nah loh!!! Ini lambang ILLUMINATI, yaitu organisasi super rahasia milik YAHUDI.
Lihat lambang MATA HORUS dan TULISAN “NOVUS ORDO SECLOHUM” yang artinya “NEW
WORLD ORDER” atau “TATA DUNIA BARU”
Nah loh!! Mau di jadikan apa kita sama orang-orang ZIONIS Yahudi itu??
Terus lihat yang ini!! Lambang bintang-bintang yang ada di atas kepala burung itu!
Bintang-bintang itu membentuk suatu lambang, yaitu lambang “DAVID STAR” lambang kebanggaan YAHUDI.
Oh iya, untuk diketahui nomor pesawat Flight 11 yang menabrak WTC adalah :
Q33NY
Coba di copy paste nomor ini ke OFFICE WORD dan diblok lalu ubah font-nya ke wingdings.
Nanti hasilnya seperti ini…

Artinya: PESAWAT >> MENABRAK 2 GEDUNG >> KORBAN BERJATUHAN >>> DAN KEJADIAN ITU ADA KETERKAITAN DENGAN SIMBOL  DI ATAS.

MH370: Misteri, konspirasi, satu suara dan doa…

Zaini Hassan





PESAWAT Malaysia Airlines (MAS) tidak akan hilang begitu sahaja. Semuanya ada sebab-musabab. Saya doakan semasa tulisan ini dalam proses percetakan atau semasa ia sedang dibaca, MH370 akan ditemui.
Mustahil ia boleh hilang begitu sahaja. Kecualilah jika ada satu `konspirasi maha besar’ melibatkan unsur-unsur duniawi atau alam ghaib, insya-Allah pesawat itu akan ditemui.
Bercakap mengenai konspirasi alam duniawi, ada bermacam-macam teori telah timbul. Yang menakjubkan ia ditulis dengan begitu terperinci, logik dan teliti sekali. Jika diikut akal ada logiknya. Misalnya melalui tulisan yang sedang berlegar sekarang oleh `al-faedah’ berhubung soal `red flag atau false flag’.
Saya tidak mahu mengulas mengenai tulisan itu, tetapi cukup kagum juga dengan usaha yang diambil oleh penulis itu untuk menulisnya dengan begitu detail sekali. Sehingga saat ini saya masih cuba menyelami teorinya dan cuba membaca fikirannya.
Saya juga tertarik untuk memikirkan mengenai teori peralatan simulasi yang dimiliki oleh juruterbang itu dan haluan politiknya. Bagi saya tidak adil untuk mengaitkan semua itu dengan juruterbang berkenaan – waima ia logika sekalipun.
Jika dikaji dari segi usaha mencari dan menyelamat, sudah tentu Jabatan Penerbangan Awam (DCA) yang mengetuai operasi itu akan menolak mentah-mentah semua teori itu.
Tetapi dalam dunia alam maya ini pelbagai teori boleh dilahirkan oleh sesiapa pun di luar sana. Ia lebih membabitkan naluri manusia dan itu adalah normal.
Jika semasa tragedi pesawat terhempas di Pasir Gudang pada 1977 dulu, pelbagai spekulasi berkisar kepada cakap mulut dan akhbar sahaja, dunia digital sekarang telah mengubah sama sekali landskap komunikasi.
Maka itu, terpulanglah kepada kita di alaf baru ini untuk menilai dan memperhalusi maklumat-maklumat sedemikian.
Anggaplah ia sebagai “masuk ke kiri keluar telinga kanan” atau ia akan tertanam di fikiran kita? Atau adakah kita akan terpengaruh dengan pendapat-pendapat itu dan kemudian potong dan tampal tulisan-tulisan itu sehingga ia bercambah-cambah di media sosial? Atau, mungkin ia boleh dijadikan satu kajian imperikal saintifik kemudian hari?
Episod MH370 ini sebenarnya ada hikmahnya. Semua rakyat Malaysia kini bersatu – bersatu untuk mencari jalan, idea, mencipta teori, mengesyor cadangan dan sebagainya – membantu secara tidak langsung untuk merungkai misteri ini.
Walaupun ia tidak akan berupaya untuk mempengaruhi operasi DCA dan SAR, namun ia adalah amat positif.
Positif kerana rakyat Malaysia, sejak sekian lama atas kecelaruan politik, sudah bercakap dalam satu bahasa mengenai satu isu, iaitu mengenai nasib MH37 – dan, bukan lagi mengenai verdict Anwar bin Ibrahim dan nasib politiknya, selepas kurang 12 jam kes rayuannya diumumkan mahkamah!
Ingatlah rakyat Malaysia yang dikasihi, percayalah Allah pernah berfirman “mesti ada jalan keluar”. Dalam episod pesawat malang MH370 ini, marilah kita terus berdoa dan bersolat hajat. Amin.
HARI ini pukul 2 petang di Dewan Agung Tuanku Canselor (DATC), Universiti Teknologi Mara (UiTM), Shah Alam, Tun Dr. Mahathir Mohamad akan hadir dalam satu siri wacana profesional.
Ia akan berkisar mengenai isu negara bangsa – bangsa Melayu, rakyat Malaysia dan tanah air tercinta ini. Dan, akhirnya ke mana kita semua akan menuju?
Sudah tentu juga wacana itu turut berkisar mengenai Dr. Mahathir sendiri yang mentadbir negara ini selama 22 tahun serta soal-soal polisi beliau dan selepas eranya.
Ia akan dipermudah cara oleh dua orang alumni UiTM iaitu Datuk Kamaruddin Meranun (Pengerusi Eksekutif AirAsia) dan saya sendiri.
Wacana yang dianjurkan bersama oleh Persatuan Alumni UiTM Malaysia (PAUiTM) dan Pusat Jaringan Industri, Masyarakat dan Alumni (ICAN) universiti itu akan dihadiri oleh lebih 3,000 hadirin.
Berikut ialah sajak yang akan dideklamasikan oleh bekas Naib Canselor Universiti Malaya, Datuk Prof. Dr. 
Hashim Yaacob yang juga alumni UiTM, pada majlis itu.
Renungilah bersama-sama sajak ini:

KE MANA KAU MELAYUKU
Melayuku di kala ini
di kampung dan di kota
sedang bersengketa mereka.
Berpecah dua dan tiga
Tidak lagi sekata.
Tidak nampak Melayuku ini
pada bara yang pantas menjadi unggun menunggu membakar mereka!
Mari Melayuku kita ke kota:
Melihat gedung jualan, dan
bangunan menyergam
kita pun berasa megah.
Kita pun menjadi jaguh
pada cakap dan pandang.
Yang menyergam itu bukan kita pemiliknya!
Mega pun mendung di langit kita
bumi dipijak rekah tanahnya.
Ombak mengganas di laut luas angin bertiup mati punca.
Di timur matahari tidak bersinar di barat cepat terbenam.
Di utara taufan melanda di selatan api terpadam.
Kita pun memakai kelubung suram gelap pekat warnanya hitam.
Ini warkah durja.
Kutulis di tepian sumur air mataku yang masih boleh mengalir.
Kutulis dengan hati luluh mengenang bangsaku.
Siapa!
Siapa berani meniup angin mengalihkan mendung mematikan taufan, menenangkan ombak,
membawa matahari kembali bercahaya,
menyuburkan bumi,
menyalakan api pelita?
Mari Melayuku kita fikirkan:
Apakah lima puluh tahun nanti di tanah pusaka turun temurun kita ini
kita masih jadi tuannya?
Mari kita fikirkan
cara memadamkan bara
yang kian mengunggun
Menanti membakar kita!
Kalau nanti orang bertanya
mengapa begini Melayu kita?
Katakan, itulah bangsa kita
yang bersengketa
mengambil mudah
dan pelupa.

DATUK PROFESOR

DR. HASHIM YAACOB
Petaling Jaya

Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Rencana/20140312/re_06/MH370-Misteri-konspirasi-satu-suara-dan-doa#ixzz2vj6WObou  © Utusan Melayu (M) Bhd

 

Kembalinya gerakan LGBT

Prinsip-prinsip Yogjakarta merupakan satu agenda bahaya yang secara berterusan menjadi usaha yang berselindung di sebalik nama hak asasi manusia sejagat. – Gambar hiasan

PADA 7 Mac 2012, Majlis Hak Asasi Manusia Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) telah menganjurkan suatu panel perbincangan berkenaan “Diskriminasi dan Keganasan berdasarkan
Orientasi Seksual dan Identiti Gender” yang berlangsung sebagai sebahagian acara tahunan sesi ke 19 Majlis Hak Asasi Manusia di  Geneva, Switzerland. Panel tersebut telah mendapat bantahan daripada Kumpulan Negara OIC bagi Hak Asasi Manusia, yang telah mengirim sepucuk surat kepada Presiden Majlis Hak Asasi Manusia PBB, Laura Dupuy Lasserre bagi menyatakan kebimbangan negara-negara OIC terhadap usaha untuk memperkenalkan di dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) terma-terma serta standard-standard berkenaan Orientasi Seksual dan identiti Gender (SOGI) yang asing di dalam “bahasa” dan “penerimaan nilai-nilai sejagat” berkenaan hak Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual, serta dengan jelas menolak sebarang usaha untuk menjadikan orientasi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual (LGBT) sebagai nilai yang sepatutnya diterima semua negara anggota PBB sebagai sebahagian dari hak-hak asasi manusia sejagat.
Percubaan panel tersebut banyak mendapat inspirasi awal dari Prinsip-prinsip Yogjakarta (Yogyakarta Principles), yang merupakan satu set prinsip  berhubung orientasi seksual  dan  identiti jantina yang diwujudkan dengan hasrat  untuk memohon  piawaian undang-undang hak asasi manusia antarabangsa  bagi menangani  penyalahgunaan kuasa hak asasi manusia  golongan LGBT, dan  isu-isu  antara seks (intersexuality). Prinsip-prinsip tersebut  telah dihasilkan pada  satu mesyuarat  antara Suruhanjaya Juri Antarabangsa , Perkhidmatan Antarabangsa bagi Hak Asasi Manusia dan  pakar-pakar hak asasi manusia  dari seluruh dunia  di Universiti Mada di Pulau Jawa  pada 6 hingga  9 November   2006.
Dokumen penutup “mengandungi 29 prinsip yang didakwa diterima dengan sebulat suara oleh pakar-pakar bersama dengan  cadangan kepada kerajaan, institusi-institusi  antara kerajaan daerah,  masyarakat awam dan PBB sendiri” dinamakan sempena Yogyakarta,  wilayah  paling kecil Indonesia  (tidak termasuk  Jakarta)  yang terletak  di pulau Pulau Jawa.  Prinsip-prinsip  ini  belum diterima  oleh negara-negara dalam  satu perjanjian, maka  secara kendiri, ia bukan bahagian undang-undang hak asasi manusia  antarabangsa yang mengikat secara sah, walaupun  prinsip-prinsip tersebut bertujuan bertindak sebagai bantuan penafsiran terhadap perjanjian  hak asasi manusia.
Antara 29 penandatangan prinsip-prinsip adalah Mary Robinson,  Manfred Nowak, Martin Scheinin,  Elizabeth Evatt, Philip Alston,  Edwin Cameron, Asma Jahangir, yang kesemuanya berhasrat supaya prinsip-prinsip Yogyakarta harus diterima sebagai standard sejagat, mengesahkan standard undang-undang antarabangsa yang mengikat yang mana semua negara mesti patuhi. Walaubagaimanapun, beberapa negara anggota khususnya negara-negara OIC telah menyatakan keraguan mereka terhadap pandangan tersebut.
Prinsip-prinsip tersebut, selain dari mencetuskan Resolusi 17/19 PBB berhubung hak-hak LGBT, telah menjadi sebahagian perkara yang dinyatakan di dalam Laporan Gabungan NGO Malaysia (COMANGO) bertarikh 11 Mac 2013 yang dijadikan asas semakan rekod Hak Asasi Manusia Malaysia pada 24 Oktober 2013 yang lalu. 
COMANGO telah secara khusus menuntut supaya seksyen 377A Kanun Keseksaan dihapuskan, selain mengesyorkan Malaysia menurut prinsip-prinsip Yogyakarta. Kesan jangka panjang tuntutan ini, yang berselindung di sebalik istilah ‘diskriminasi minoriti’, ialah untuk membolehkan perkahwinan sesama jenis dijalankan di Malaysia tanpa sebarang halangan undang-undang atau kawalan moral.

Berselindung
Ternyata prinsip-prinsip Yogyakarta ini merupakan satu agenda bahaya yang secara berterusan menjadi usaha yang berselindung di sebalik nama hak asasi manusia sejagat. Bagi negara-negara OIC khususnya, bantahan yang dinyatakan melalui surat bertarikh 14 Februari 2012 tersebut menggambarkan kegusaran yang mendalam terhadap usaha-usaha agresif untuk mengiktiraf secara terbuka hak-hak yang berlawanan dengan fitrah semulajadi manusia. Hal ini demikian oleh kerana negara-negara Islam sedar bahawa tuntutan terhadap hak-hak sedemikian melampaui garis normal kemanusiaan yang akhirnya akan membawa pada kebinasaan tamadun manusia.
Amaran Qurani yang sangat jelas seperti pembalasan yang dikenakan terhadap kaum Nabi Luth a.s yang mengingkari panduan hubungan manusia secara sejahtera menjadi peringatan yang tetap relevan hingga ke akhir zaman.
Melalui Kumpulan Negara-negara OIC bagi Hak Asasi Manusia, Malaysia telah pun menyatakan undian bantahan terhadap Resolusi 17/19 berkenaan hak-hak LGBT. Malaysia sendiri menghadapi arus kempen yang kuat di dalam negara yang menunjukkan bibit-bibit sokongan terhadap hak-hak LGBT ini telah pun dipengaruhi prinsip-prinsip Yogyakarta.
Sebagai contoh, susulan pengaruh prinsip-prinsip Yogyakarta tersebut juga, sebuah pertubuhan hak asasi manusia yang berpengaruh di Amerika Syarikat, Human Rights Watch (HRW) berhujah undang-undang anti-liwat yang berkuatkuasa di Malaysia sudah ketinggalan zaman (archaic) kerana bertentangan dengan hak asasi manusia. Oleh itu, badan hak asasi antarabangsa itu menggesa Malaysia menghapuskan undang-undang anti-liwat yang kononnya melanggar hak privasi dan berbentuk diskriminasi serta perlu diganti dengan undang-undang baru yang membenarkan aktiviti liwat. Menurutnya, undang-undang baru itu mestilah selaras dengan prinsip-prinsip Yogyakarta, laporan Pesuruhjaya Hak Asasi Manusia Bangsa-Bangsa Bersatu dan Deklarasi Vienna yang mengiktiraf hak-hak asasi manusia termasuk melakukan aktiviti seks luar tabie atas dasar suka sama suka.
Prinsip-prinsip tersebut juga telah mula mendapat tempat dalam kalangan segelintir NGO Hak Asasi Manusia dan beberapa parti politik di Malaysia. Penganjuran Seksualiti Merdeka misalnya, jelas mendapat inspirasi dari usaha-usaha di peringkat global untuk mendapatkan “hak dan pengiktirafan” bagi golongan LGBT, atas dasar kononnya teguran atau tindakan untuk memandu golongan ini disifatkan sebagai “diskriminasi” dan “tekanan sosial’ terhadap mereka. Mereka juga merasakan sepatutnya dibenarkan untuk bebas memilih orientasi seks, meskipun orientasi tersebut berlawanan dengan fitrah keagamaan dan kacamata ketamadunan manusia.
Malaysia seharusnya memimpin usaha menentang perkembangan yang sangat berbahaya ini. Sehingga kini, sebanyak 14 negara di dunia yang telah mengiktiraf dan mempunyai undang-undang perkahwinan sejenis. Seperti yang dilaporkan agensi Reuters, 13 November baru-baru ini menyaksikan Hawaii menjadi negeri terkini di dalam Amerika Syarikat yang mengiktiraf perkahwinan sejenis apabila gabenornya Neil Abercrombie menandatangani rang undang-undang untuk mengesahkan keizinan tersebut. Ternyata Amerika Syarikat sedang berhadapan dengan masalah yang sangat serius yang bakal menghancurkan sisa-sisa kemanusiaan yang masih ada padanya.
Sebagai sebuah negara yang menjadikan Islam sebagai agama persekutuan, Malaysia perlu terus mengekalkan kedaulatannya dengan tidak tunduk terhadap tekanan antarabangsa melalui penerimaan terhadap prinsip-prinsip Yogyakarta dan lain-lain instrumen yang digunakan untuk menerbitkan hak-hak songsang mereka yang berjuang di sebalik gagasan hak asasi manusia sejagat. 
Peranan Islam sebagai agama negara dan tugas Yang di-Pertuan Agong untuk memelihara Islam berdasarkan sumpah jawatan pada Jadual Keempat, Perkara 37 Perlembagaan Persekutuan, ditambah dengan penerimaan prinsip-prinsip Rukun Negara yang jauh sekali menerima hak dan aktiviti songsang seperti yang dituntut golongan LGBT ini, sepatutnya menzahirkan keunikan dan kemampuan Malaysia untuk mematuhi prinsip hak asasi manusia sejagat tanpa mengorbankan nilai agama, budaya setempat dan realiti negara. 
Malah hal ini adalah seperti mana yang telah dipersetujui bersama melalui Persidangan Hak Asasi Manusia 1993 di Vienna berkenaan kepentingan mengambil kira faktor-faktor tersebut di dalam menuntut sesebuah negara untuk patuh dengan hak-hak asasi manusia sejagat.
Secara khususnya, pada bulan Mac depan, kerajaan Malaysia perlu tegas menolak beberapa syor negara-negara seperti Jerman, Belanda dan Austria yang mahukan Malaysia menghapuskan undang-undang anti-liwat dan mengiktiraf hak-hak LGBT, sebagaimana yang dizahirkan di antara 232 syor-syor pada sesi UPR baru-baru ini. 
Malaysia perlu meneruskan sikap dan pendirian konsisten menolak pengiktirafan hak-hak LGBT sebagaimana yang telah ditegaskan ketika menolak Resolusi 17/19 PBB dan ketika menandatangani Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN pada November tahun lepas.
Selain itu, wujud keperluan segera untuk Malaysia memulakan gerakan menghapuskan prinsip-prinsip Yogyakarta 2006 yang sangat berbahaya terhadap kelangsungan tamadun kemanusiaan. Malah, gerakan ini sangat mendesak oleh kerana prinsip sedemikian, tanpa ramai yang menyedari, telah dimaktubkan di negara Islam terbesar di dunia, Indonesia yang juga merupakan jiran terdekat rumpun melayu-Islam dan negara anggota OIC.

Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Rencana/20131117/re_01/Kembalinya-gerakan-LGBT#ixzz2l3ruZs3m © Utusan Melayu (M) Bhd 

Enchant1MST – Kepada Para Pembaca, Saya Merayu ….

Friday, September 27, 2013

Artikel ini seperti ulangan artikel saya semalam, sengaja saya copy paste disini supaya mereka yang pertamakali baca tidak perlu banyak klik. POINT SAYA DIBAWAH SEKALI.

Satu pusat tumpuan Keagamaan  ( kecuali Islam ) TERBESAR Di Dunia menggunakan konsep Pelancungan Spiritual 

Patung Kuan Yin ( berpusing ) TERBESAR Di Dunia ! Kuil Kuan Yin TERBESAR Di Dunia ! Kompleks Beli Belah TERBESAR Di Dunia ! Piramid TERBESAR Di Dunia ! Columbarium ( Tempat/Stor Menyimpan Abu Mayat ) TERBESAR Di Dunia !

Lokasi – Gambang, 35 km dari bandar Kuantan diatas tapak seluas 500 ekar, yakni lebih besar dari kawasan KLIA.

Kawasan terlalu luas untuk dilawati dalam 1 hari, perlukan 3-5 hari ! Satu bandar tersendiri yang lengkap segalanya.

Untuk ke laman web projek – KLiK

“…… the Malaysian government fully supported us in this project and also providing us the land.” 

” This is fully backed by the government of Malaysia….. the government of Malaysia has also helped us to provide funding for this project.” 

Pecah Tanah pada penghujung bulan November 2013.

KLiK untuk ke Youtube.

Baca juga – Enchant1MST – Kita WAJIB Bantah ! DiMana Suara Umat Islam ?

                                                    *************************

Saya masih mengharapkan rakan2 bloggers dan media sosial lain dapat turut sama memainkan isu ini tapi sehingga tengahmalam ini, langsung tidak ada seorang pun baik dari pro Umno maupun dari pro Pas yang ada menulis tentang perkara ini.

Entahlah …… mungkin saja mereka tidak baca dan tidak ambil pot isu2 selain dari isu politik. Kalaupun isu agama, ia harus punya sudut politik barulah ramai yang akan sambut. 

Agaknyalah kalau dalam isu Kalimah Allah, yang sibuk perjuangkan adalah orang Pas, rasanyalah, orang Umno akan ikut sama main tak ? Saja terfikir ……

HAKIKATNYA – isu ini tidak menarik minat mana2 bloggers AlifBaTa maupun bloggers Tahaluf Siyasi untuk perjuangkan dan saya takut isu ini akan tenggelam terus …… dan sedar2, akan terbangunlah Bandaraya Himpunan Agama Kafir yang UNIK dan TERBESAR di dunia di Tanah Melayu ini.

Dan akan terkenallah negara Islam moderate ini seantero dunia menjadi Tanah Haram bagi orang Bukan Islam seluruh dunia ! Berduyun2lah orang kafir datang melawat Malaysia untuk menunaikan ‘Haji’ mereka di Enchant1MST, Gambang Pahang ( baca sebagai pelancong yang membawa pendapatan hasil pelancungan ).

Mungkin orang Melayu waktu itu akan bertepuk sorak kegirangan menghulurkan kedua2 belah tangan menyambut kedatangan pelancung2‘Haji’ itu ….. siap dengan pukulan kompang dan tarian tradisional menyambut mereka di lapangan terbang.

Apakah kita mahu melihat senario itu berlaku ?

Saya TIDAK MAHU ! Tapi saya tidak boleh nak memaksa rakan2 supaya ikut sama membantah, itu hak masing2. Kalau mereka mahu memperlekehkan bantahan inipun, saya tidak boleh nak marah … hak masing2. Kalau mereka MAHU melihat senario diatas berlaku pun, saya boleh kata apa ?

Biarlah saya teruskan saja bantahan ini mengikut kemampuan saya, yakni menyeru melalui blog ini. Makanya disini saya MERAYU kepada semua pembaca agar dapat turut serta bersama saya MEMBANTAH projek mega ini.

Bersuaralah dan sebarkanlah bantahan ini di merata medium alternatif yang ada…. blog, FB, tweet, watsup … apa sajalah. Jangan tunggu para bloggers samada pro Umno maupun pro Pas yang ada untuk kedepan dalam isu ini, dalam kes ini kita yang harus bersuara dan desak mereka untuk kedepan !

Kita lakukan semampu kita ….. dan berdoalah semoga usaha kecil kita ini mampu menghasilkan sesuatu. InsyaAllah …. 

KOMEN : MARI KITA SAMA-SAMA SEBARKAN MAKLUMAT INI…… TERIMA KASIH…

Konspirasi dan fitnah kalimah syirik

KONSPIRASI gerakan Kristianisasi global sedang bergerak dengan begitu agresif termasuk di Malaysia. Paling mutakhir tuntutan mereka untuk diberi hak menggunakan kalimah Allah di dalam kitab dan penerbitan mereka! Apakah kesan yang akan terjadi kelak jika kristian dibenarkan menggunakan kalimah Allah dalam negara kita?
Apakah nanti kita boleh menjamin apabila anak kita mengucapkan “La ila ha illalah – Tidak ada Tuhan melainkan Allah”; adakah kita yakin anak kita sedang merujuk kepada Allah sebagaimana yang difahami umat Islam sebagai Allah Maha Esa? Atau dia sedang merujuk kepada Allah Triniti Tiga dalam Satu yang cuba disogok kepada kita oleh missionari Kristian – Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus!

Inilah yang perlu kita fahami. Itulah kesan secara langsung yang akan berlaku jika pihak Kristian dibenarkan menggunakan kalimah Allah dalam negara ini. Dalam satu insiden perkahwinan artis terkenal di sebuah negara jiran, pengantin lelakinya beragama Islam manakala wanitanya beragama kristian. Lalu si wanita ditanya apakah dia akan memeluk agama Islam menuruti bakal suaminya. Jawapan wanita pelakon terkenal lagi jelita ini wajar menjadi iktibar dan pengajaran buat kita: Apa perlu saya menukar agama! Bukankah tuhan saya dan tuhan dia sama – Allah! Na’uzubillah minzalik!

FIRMAN Allah SWT, “Sesungguhnya Yahudi dan Kristian selama-lamanya tidak akan sekali-sekali reda dan setuju dengan kamu (wahai umat Islam) selagi kamu tidak menurut cara kehidupan dan agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah (yakni al-Quran) adalah benar dan cukup bagi kami. Tetapi jika kamu masih mahu menuruti mereka sedangkan sudah sampai kepada kamu ilmu kebenaran (yakni al-Quran), maka tidak akan ada bagimu pelindung dan pertolongan daripada Allah” (Al-Baqarah: 120)
TUNTUTAN TITULAR ARCHBISHOP KUALA LUMPUR
Kemelut isu tuntutan penggunaan kalimah Allah oleh Titular Archbishop Kuala Lumpur (Gereja) masih berterusan. Kementerian Dalam Negeri (KDN) telah merayu terhadap keputusan Hakim Mahkamah Tinggi Datuk Lau Bee Lan pada 31 Disember 2009 yang membenarkan pihak Gereja menggunakan kalimah Allah dalam penerbitan mereka bernama The Herald.
Asas kepada keputusan itu antara lain adalah kerana kalimah Allah sudah diguna pakai oleh kristian di Sabah dan Sarawak buat sekian lama. Maka berdasarkan Artikel 3 dan Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan, pihak gereja, kata Mahkamah, sewajarnya dibenarkan dan dijamin kebebasan menggunakan kalimah Allah dalam menjalankan amalan agama mereka.
Saya tidak bercadang mengupas kes ini kerana ia masih di peringkat rayuan yang akan didengar pada 22 September ini. Kita akan memberi ruang dan peluang supaya Mahkamah Rayuan dan sistem kehakiman Malaysia dibenarkan mendengar rayuan ini menurut lunas undang-undang sedia ada.
BIBLE AL-KITAB
Bagaimanapun, saya berpeluang membaca secara sepintas lalu sebuah terjemahan Bible dalam bahasa Melayu yang dipanggil Al-Kitab. Memandangkan ia diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu, maka saya berhak untuk mengulas dan membuat komen yang sepatutnya tanpa bermaksud menghina atau memperlekeh agama kristian.
Satu perkara fundamental yang saya dapati setelah membaca Bible Al-Kitab versi Melayu ini ialah sebenarnya ia bukan Kitab Injil seperti yang umat Islam fahami. Ia sebenarnya adalah terjemahan kitab yang dipanggil Bible daripada versi bahasa Inggeris.
Selain al-Quran, kita umat Islam dituntut mempercayai kitab Taurah (Nabi Musa a.s), Injil (Nabi Isa a.s) dan Zabur (Nabi Daud a.s). Malah mempercayainya adalah sebahagian daripada Rukun Iman. Kita percaya sebagaimana al-Quran, kitab Taurah, Injil dan Zabur adalah wahyu daripada Allah. Sebab itu kita memanggil mereka yang beriman dengan kitab-kitab itu sebagai ahli kitab, dan kepercayaan mereka disebut sebagai agama wahyu.
Bagaimanapun, kita umat Islam mempercayai Kitab Taurah dan Injil yang asal sudah tidak ada, malah apa yang ada hari ini kita percaya telah diselewengkan. Saya tidak bercadang untuk membahaskan isu ini kerana menumpukan kepada isu kalimah Allah. Mungkin kita akan bahaskannya di forum yang lebih bersesuaian.
Yang kita tahu, apa yang dipanggil Bible oleh penganut Kristian sebenarnya adalah gabungan dua buah buku yang dipercayai kitab suci oleh umat kristian iaitu Old Testament (Kitab Perjanjian Lama) dan New Testament (Kitab Perjanjian Baru).
Kitab Perjanjian Lama dijadikan kitab suci bagi penganut agama Yahudi (selain Tsalmud dan lain-lain). Kitab Perjanjian Lama ini adalah kitab bagi penganut Yahudi dan masih kekal digunakan oleh mereka dalam bahasa Hebrew atau Ibrani.
Kitab Perjanjian Baru pula adalah buku yang dikatakan ditulis oleh seorang pendeta Kristian berbangsa Roman bernama Saul (nama beliau dipopularkan sebagai Paul sekarang ini). Buku asal yang dipanggil Kitab Perjanjian Baru tulisan Saul ini adalah dalam bahasa Greek.
Pihak gereja Kristian kemudiannya telah menggabungkan kedua-dua Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru ini dan diberi label sebagai Bible. Kitab Perjanjian Lama diterjemahkan ke bahasa Inggeris lama daripada teks asal bahasa Ibrani, manakala Kitab Perjanjian Baru diterjemahkan ke bahasa Inggeris lama daripada bahasa asal Greek.
Maknanya Bible versi bahasa Inggeris yang ada pada masa ini adalah terjemahan ke bahasa Inggeris daripada bahasa Hebrew (bagi Perjanjian Lama) dan bahasa Greek (bagi Perjanjian Baru). Gabungan kedua-dua kitab ini dipanggil Bible.
Kitab Bible versi bahasa Inggeris inilah yang menjadi sumber kepada penterjemahan ke bahasa Melayu-Indonesia yang dipanggil Bible Al-Kitab. Saya tidak bercadang mengupas tentang kewujudan begitu banyak Bible yang berlainan versi. Ini telah dikupas dengan begitu baik oleh Allahyarham Sheikh Ahmad Deedat dan rujukan boleh dibuat kepada kupasan beliau.
BIBLE ASAL
Apa pun, kita perlu sedar bahawa Nabi Musa a.s dan Nabi Isa a.s adalah berbangsa Yahudi. Oleh itu kitab asal yang diturunkan kepada mereka sudah tentu dalam bahasa Yahudi; iaitu bahasa Hebrew Aramaic atau Ibrani.
Bermakna yang boleh dan layak dipanggil kitab suci ialah teks dalam bahasa Ibrani, iaitu bahasa  yang diguna pakai oleh Nabi Musa a.s dan Nabi Isa a.s. Itulah kitab yang sepatutnya menjadi autoriti. Sebagaimana al-Quran dalam bahasa Arab bagi umat Islam.
Maka dalam membahas persoalan kalimah ketuhanan dalam fahaman dan kepercayaan agama Kristian, kita wajib merujuk semula kepada kitab-kitab asal ini.
Bermakna apabila terjemahan ke bahasa Melayu-Indonesia dibuat, ia sudah melalui tiga terjemahan – Ibrani – Greek – Inggeris lama – Inggeris baru – Melayu-Indonesia!
Ini bermakna Bible Al-Kitab versi bahasa Melayu-Indonesia tidak layak dipanggil kitab suci asal, sebaliknya ia hanyalah sebuah terjemahan.
Sebagaimana terjemahan teks asli al-Quran dalam bahasa Arab ke dalam bahasa Inggeris oleh Yusuf Ali, atau ke dalam bahasa Melayu oleh Sheikh Abdullah Basmeih atau Buya Hamka.
Kita umat Islam tidak boleh memanggil terjemahan Yusuf Ali, terjemahan Sheikh Abdullah Basmeih atau terjemahan Buya Hamka sebagai al- Quran. Ia hanya terjemahan al-Quran, sebab itu memegangnya tidak perlu berwuduk; malah jika dalam keadaan hadas besar pun masih boleh memegang dan membaca terjemahannya.
Sekurang-kurangnya terjemahan al-Quran dibuat berdasarkan dan bersumberkan terus daripada teks asal al-Quran berbahasa Arab, dengan teks asal Arab sebagaimana yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW tetap ditulis dalam terjemahan tersebut. Sebaliknya terjemahan Bible Al-Kitab versi Melayu-Indonesia langsung tidak disertai dengan teks asal bahasa Ibrani.
Jadi dakwaan menyatakan Bible atau Al-Kitab terjemahan bahasa Melayu-Indonesia sebagai kitab suci asal dan asli adalah tidak berasas sama sekali. Ia hanyalah satu terjemahan!

Angkara asing: Apa yang Turki dan Malaysia boleh belajar?

Zaini Hassan

NOSTALGIA saya ke Istanbul, Turki tahun lalu masih jelas di fikiran. Ia adalah sebuah negara anugerah Allah Taala yang tiada tolok-bandingnya. Ia adalah tapak kegemilangan Islam ke seluruh pelosok dunia – ke China, Asia Tengah dan sebahagian Eropah.
Suku sakat orang-orang Turki juga merantau sehinggalah ke gugusan Melayu ini – ke nusantara Indonesia, Singapura dan Tanah Melayu. Datuk Moehamad Izat Emir, usahawan terkenal Malaysia juga adalah dua generasi keturunan dari Turki. Datuk Seri Hishamuddin Tun Hussein juga antara keturunannya.
Pendek kata semangat Othmaniah menjalar ke mana-mana. Semasa kunjungan saya ke Istanbul tahun lalu, saya cuba mempelajari semangat Hizmet, satu semangat kesukarelaan atau khidmat yang menjalar subur dalam hati nurani rakyat Turki.
Mereka juga adalah jurubina terkemuka dari zaman empayar Othmaniah sehinggalah ke hari ini. Di mana-mana mereka menjajah maka akan ditinggalkan binaan hebat berupa masjid-masjid.
Hari ini Turki sedang membina tiga projek ikonik terbesarnya yang boleh menggugat geopolitik dan geoekonomi rantau Eropah. Projek-projek itu yang kini sedang berjalan berupaya menarik kening negara-negara Barat yang lain ke atas Turki.
Ketiga-tiga projek itu ialah Projek Terusan Istanbul, Projek Lapangan Terbang baru Istanbul dan Jambatan Gantung Ketiga Istanbul yang menghubungkan Eropah dan Asia.
Ketiga-tiga projek ini dijangka menjana pendapatan Turki sebanyak AS$300 bilion setahun. Pada masa ini, dalam masa kebanyakan negara Eropah dalam Kesatuan Eropah (EU) sedang menjunam, ekonomi Turki berdiri teguh, di belakang Jerman. Dari ekonomi ke-16 terbesar di dunia kini ia berada di tangga ke-12.
Ia juga berjaya melangsaikan hutangnya dengan Bank Dunia, semasa negara-negara jirannya sedang menggelupur. Banyak negara cemburu dengan kejayaannya.
Tetapi sejak beberapa bulan ini, Turki dilanda kegawatan politik. Berlaku kegelisahan sosial (social unrest) di negara itu. Semasa negara itu sedang melonjak naik, tiba-tiba berlaku huru-hara besar ala Arab Spring! Apa sudah jadi?
Seperti juga di Dataran Tahrir, Mesir, di Turki ia berlaku di Taman Gezi terletak berhampiran Dataran Taksim, Istanbul. Ia menjadi lokasi demonstrasi bantahan terhadap Perdana Menteri berhaluan Islam, Recep Tayyip Erdogan, sejak 28 Mei sehingga awal Julai ini.
Media asing mengecap Erdogan sebagai diktator dan kuku besi, sama seperti kecaman terhadap Tun Dr. Mahathir Mohamad di zaman kegemilangannya.
Beratus-ratus polis antirusuhan bersama trak meriam air dikerah meleraikan penunjuk perasaan yang melaungkan slogan meminta Erdogan meletak jawatan.
“Ini baru permulaan dan perjuangan akan diteruskan,” kata penunjuk perasaan yang turut melemparkan bunga teluki berwarna merah sebagai memperingati mangsa yang terbunuh, cedera dan ditahan dalam bantahan sebelum ini.
Menurut laporan akhbar, anggota polis antirusuhan yang dikerah menangkap penunjuk perasaan, turut dilontar gelas dan botol oleh sekumpulan pelanggan di kebanyakan bar di lokasi tersebut. Malah, ada individu bertindak melontar kerusi dan meja di jalan-jalan, memaksa pasukan keselamatan melepaskan gas pemedih mata.
Bantahan besar-besaran sebelum ini mengejutkan Turki dan menaikkan kemarahan Erdogan. Negara-negara Barat turut mengutuk Turki mengendalikan krisis itu ekoran tindakan kekerasan yang digunakan terhadap penunjuk perasaan.
Krisis di negara ini bermula apabila sekumpulan kecil penunjuk perasaan berkempen untuk menyelamatkan 600 batang pokok di Taman Gezi daripada ditebang bagi memberi laluan kepada projek pembangunan.
Hujung minggu lepas saya sempat berbuka puasa dengan beberapa sahabat Turki di sebuah madrasah, Madrasah Serting, Jempol, Negeri Sembilan atas jemputan seorang rakan. Rakan itu mewakafkan kawasan itu dan membangunkan tanahnya untuk kerja dakwah.
Namun, semasa berada semeja saya bertanyakan apa cerita di sana (Turki).Kisah-kisah yang diceritakan oleh sahabat-sahabat Turki itu ternyata cukup menarik untuk dikongsi.Ia seakan-akan apa yang berlaku di tanah air kita sendiri. Ia adalah cubaan pihak-pihak luar untuk melumpuhkan dan menjahanamkan ekonomi negara Islam yang sedang pesat membangun.
“Apa yang dihadapi oleh Malaysia dan Turki adalah sama. Mereka mahu menjajah negara kita semula. Mahu merosakkan kemakmuran yang sedang dibina. Ia adalah satu neokolonisasi ekonomi terhadap negara-negara kita.”
Tak sempat bercakap banyak di Serting Hilir, saya mengunjungi ke pejabat sahabat saya itu di Kuala Lumpur semalam untuk berbincang lagi mengenai senario kekacauan di negaranya.
Sahabat saya ini bukan diplomat di kedutaan, tetapi ahli perniagaan yang terbabit dalam aktiviti busines dan antara-budaya Malaysia-Turki. Dan lebih daripada itu, beliau amat sayangkan tanah airnya sendiri.
Begini ceritanya. “Ia adalah fakta bukan rekaan,” tegasnya.
Ia berlaku secara amat terancang. Isu tebang pokok di taman itu hanyalah alasan. Pokok itu bukan ditebang, tetapi dialihkan dan akan ditanam semula.
Namun, kata sahabat saya itu apa yang berlaku 10 hari sebelum isu pokok itu lebih memeranjatkan lagi. Sebuah stesen televisyen satelit terkemuka dunia berpangkalan di Barat telah pun memasang kameranya menghadap ke taman itu.
Hairan bukan? Mengapa mereka meletakkan perkakasan mereka di situ awal-awal, tanya sahabat saya itu?
Mengapa pula sebuah hotel terkemuka di Istanbul yang dipunyai oleh bukan Islam Turki dan dengan pegangan saham luar negara telah bersiap sedia menyediakan kemudahan, seolah-oleh akan berlaku perang saudara. Kira-kira 2,000 katil lipat telah tersedia ditempatkan di bawah hotel itu. Bekalan ubat-ubatan juga telah disediakan.
Semasa di Istanbul, sahabat saya itu berkata beliau bertemu dengan seorang kawannya, penganut ajaran Alevi, satu mazhab terkeluar dari mazhab Islam seakan-akan Syiah, yang terbabit dalam demonstrasi itu. Kawannya itu berkata dia menerima wang tunai baru berjumlah 200 Lira untuk terlibat dalam demonstrasi itu.
Mereka tinggal percuma di hotel, dibekalkan dengan bir tidak terhad serta wanita-wanita untuk berhibur.Sebanyak 10,000 bekalan makanan dimasak di sebuah universiti swasta terkemuka milik bukan Islam bagi dibekalkan kepada pendemonstrasi.
Kata sahabat saya itu lagi, wanita-wanita bertudung menjadi mangsa kekasaran — hanya kerana mereka mahu menaikkan perasaan marah kepada penganut agama Islam supaya bertempur.
“Walaupun jumlah perusuh adalah kecil dan tidak mendapat sokongan keseluruhan rakyat Turki, tetapi kesannya cukup hebat.
“Begitulah apa yang cuba mereka lakukan di Malaysia tempoh hari.”
Penggunaan media sosial melalui facebook dan twitter cukup hebat dengan menggambarkan kezaliman pihak keselamatan.
Namun kini, katanya baru terbukti banyak gambar-gambar kezaliman itu adalah palsu dan diambil daripada imej-imej yang berlaku di Syria dan tempat-tempat lain.
Katanya, kebanyakan yang terbabit dalam demonstrasi itu adalah daripada sayap komunis, rakyat Turki bukan Islam dan pihak-pihak luar. Semasa demonstrasi itu, dikesan perbelanjaan makanan dibayar menggunakan kad kredit dari sebuah negara asing. Wang-wang tunai juga datangnya dari bank berkepentingan asing.
Katanya, walaupun demonstrasi itu sudah reda, ia masih belum berakhir. Laporan terkini mendedahkan sebanyak 12 negara terbabit secara langsung berpihak dengan pelobi-pelobi dari beberapa negara Barat dan yahudi yang menyokong pendemonstrasi itu. Sebanyak 13 negara lagi terbabit secara tidak langsung.
Modus operandi demonstrasi di negara itu dan perancangan mereka adalah sama dengan di Malaysia. Kata sahabat saya lagi: Tiga projek besar ikonik itu juga menjadi punca kepada huru-hara itu, angkara pihak asing.
Pembinaan lapangan terbang terbesar dengan kapasiti 60 juta penumpang setahun itu akan menggugat lapangan terbang terbesar Eropah yang lain. Lapangan terbang baru Turki bakal menjadi hab untuk penerbangan ke timur-barat-utara dan selatan. Kini Turkish Airlines adalah pesaing hebat dengan syarikat penerbangan Jerman, Lufthansa.
Pembinaan terusan baru – merentas Laut Hitam dan Laut Marmara itu menggantikan Selat Bosphorus, membolehkan Turki mengaut keuntungan yang besar daripada laluan perkapalan. (Lihat gambaran google imej: The Istanbul Canal Project)
Terusan baru itu adalah seakan-akan cadangan pembinaan Terusan Segenting Kra atau Terusan Thai antara Thailand dan Semenanjung Malaysia. Ia akan mengalihkan laluan perkapalan ke terusan itu daripada Selat Melaka melalui Singapura.
Menurut sejarah, tiada banyak yang boleh kerajaan Turki lakukan untuk mengawal selia Selat Bosphorus kerana ia tertakluk di bawah Perjanjian Montreux Julai 1936.
Projek ketiga ialah Projek Jambatan Ketiga merentasi Selat Bosphorus yang memisahkan Eropah dan Asia. Jambatan gantung yang dikenali sebagai Jambatan Yavuz Sultan Selim itu akan mempunyai empat laluan lebuh raya dan satu landasan kereta api. Jambatan ini juga akan membawa kemakmuran ekonomi yang besar kepada Turki. Ia terletak di antara Garipçe di Sar?yer dalam kawasan Eropah dan Poyrazköy di Beykoz dalam kawasan Asia.
“Projek-projek ini juga cukup-cukup membimbangkan negara-negara Barat,” kata sahabat saya itu. Bagi saya kejayaan Turki kini adalah petanda gelombang semula semangat kegemilangan Othmaniah, yang ditakuti banyak pihak. Semangat itu kini bangkit semula.
Namun, jika di Malaysia usaha untuk menjatuhkan kerajaan Malaysia atas nama ‘ini kalilah’ dan ‘now or never’ masih gagal — di Turki, Allah masih turut bersama-samanya.
“Oleh itu, jagalah apa yang kita ada ini baik-baik. Nasihat saya ialah kita kena perkuatkan ekonomi kita,” kata sahabat itu dalam pertemuan kami, pagi semalam.
Saya cukup bersetuju dengan beliau. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna! Jika kita jatuh, yang untung kelak siapa ya?
KOMEN : ORANG KAFIR NI SELAGI KITA TAK TUNDUK DAN MENERIMA/MENGANUT SEGALA AMALAN AGAMA MEREKA, SELAGI ITULAH BERBAGAI ANGKARA JAHAT MEREKA LAKUKAN UNTUK MENJATUHKAN SESEBUAH NEGARA ISLAM… CONTOH TERBAIK BAGAIMANA NEGARA-NEGARA ARAB DIJATUHKAN SATU PERSATU… SAMPAI SEKARANG TIADA KEAMANAN YANG TERCAPAI….

Jiwa Anwar gelabah hadapi Pilihan Raya Umum Ke-13

 

ISU terbaru ‘iras tokoh pembangkang’ yang disiarkan oleh harakah daily sebagai gambar ‘Anwar’ dimuat naik oleh rajagoyang 360.blogspot.com dengan aksi songsang seorang lelaki dengan pasangan lelaki lain.
Seperti biasa Anwar dengan segera menyatakan bahawa ini konspirasi jijik UMNO menjelang pilihan raya. Kalau Utusan Malaysia yang menyiarkannya, ia akan segera disaman tetapi tidak pula terhadap blog-blog lain yang menyiarkannya.
Sesungguhnya Anwar sedang menghadapi Pilihan Raya Umum Ke-13 dengan jiwa yang gelabah. Ia tidak bersih dan kelihatan bersih dengan imej dan kredibiiti yang banyak menimbulkan persoalan.
Isu Lahad Datu juga ‘dikaitkan’ dengannya dan ternyata pihak keselamatan negara hampir berjaya menghadapi masalah yang berbangkit kerana pergolakan di Sabah tidak sampai memberi kesan kepada pilihan raya yang bakal mendatang.
Peristiwa di Lahad Datu memberi kesan dan momentum yang cukup bermakna kepada warga keselamatan dan juga masyarakat umum, dan sokongan yang luar biasa terhadap wira negara yang telah pergi amat dirasakan.
Banyak perkara pokok yang diperjuangkan oleh Anwar memberi kesan kepada masyarakat. Meski penyokong tegarnya mungkin tidak berubah kerana memiliki sifat ‘mati rasa’ tetapi kelompok simpatisan dan atas pagar yang penting dalam pengundian ternyata ada kesannya.
Isu pluralisme agama yang dibangkitkan oleh Anwar di London School of Economics ‘menyamakan semua agama itu sama’ masih belum selesai dibangkitkan di seluruh negara dan ia menjadi polimik berterusan.
Pendekatan liberal Anwar dalam agama terlihat dengan sikapnya terhadap kalimah Allah walaupun Majlis Syura Pas mengambil keputusan tidak membenarkan ia digunakan dalam Bible versi bahasa Melayu.
Anwar sebagai orang politik sepatutnya faham bahawa kalimah Allah adalah perkara sensitif bagi orang Melayu dan masyarakat Islam di rantau ini. Anwar pernah menjadi pemimpin gerakan Islam semasa dalam ABIM dulu. Apakah ia tidak berasa peka terhadap perkara ini khususnya dalam kalangan akar umbi Pas dan umat Islam yang lain.
Fahaman liberal yang dianut oleh Anwar menyebabkan beliau dikatakan ‘amat simpati’ dengan gerakan LGBT seperti kenyataan yang dibuat oleh anaknya Nurul Izzah semasa dialog di gereja tidak lama dulu.
Terus ditunggu oleh masyarakat ialah tidak sedianya Anwar menyaman Tun Dr. Mahathir Mohamad penulis buku Doctor Inside the House atau terjemahannya Doktor Umum kerana memuatkan bab-bab tentang dirinya. Salah satu bab yang ditulis sangat menyentuh kredibiliti Anwar.
Ia mengingatkan penulis tentang kenyataan Lee Kuan Yew suatu ketika dulu yang membuat kenyataan dalam Wikileaks menyatakan “He did it” atau “Dia melakukannya”. Kenyataan ini adalah serius dan Anwar patut saman Kuan Yew.
Lebih jauh daripada itu Anwar wajib saman Datuk Eskay Abdullah yang menyiarkan gambarnya dengan perempuan Cina kerana ia sangat memalukan. Dan orang masih bertanya ke mana gerangan jam Omega yang dikatakan oleh Anwar disimpan oleh Wan Azizah.
Orang yang cintakan integriti masih terus menunggu Anwar menyaman Datuk S. Nallakaruppan dan Ummi Hafilda yang seringkali mengeluarkan kenyataan yang sangat kontroversial mengenai peribadi Anwar supaya beliau membersihkan dirinya. Ia penting kerana Anwar dikatakan ingin menjadi Perdana Menteri.
Kesnya di Mahkamah Rayuan akan dibicara tidak lama lagi. Tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan kenyataan bapa Mohd Saiful Bukhari, Azlan Mohd Lazim yang berputar arah walaupun semasa perbicaraan ia terus berdiri bersama anaknya dan sanggup bertemu Yang di-Pertuan Agong mengenai kes anaknya. Kalau tidak berada-ada masakan tempua bersarang rendah.
Kes ini juga terkait dengan peguamnya Yuktes Vijay yang mengeluarkan dua pucuk surat dan mencabar Anwar menyamannya. Yuktes musykil mengapa Anwar tidak berani memberikan keterangan cara bersumpah di mahkamah.
Apakah semua ini dan banyak lagi yang belum sempat dipaparkan menyebabkan Pas semacam merasakan ada perkara yang tidak kena kepada Anwar. Ketua Penerangan Pas, Tuan Ibrahim Tuan Man pernah membuat kenyataan bahawa jawatan Perdana Menteri tidak semestinya Anwar.
Ia amat bercanggah dengan pendirian awal pakatan pembangkang ingin menabalkan Anwar sebagai Perdana Menteri sekiranya mereka menang. Apakah Majlis Syura telah membuat keputusan terhadap isu ini. Kalau sekadar isu kalimah Allah rasanya Nik Aziz tidak akan menziarahi Karpal Singh baru-baru ini. Karpal masih berpendirian seperti yang dilafazkan di Parlimen suatu ketika dulu bahawa Anwar adalah “kaki liwat” dan ia tidak ditarik balik hingga kini.
Karpal Singh dan DAP semacam cenderung mahukan Anwar menjadi Perdana Menteri. Karpal Singh terkenal sebagai orang yang ada kredibiliti. Mengapa dalam isu Anwar, Karpal menjadi lunak sedangkan jawatan Perdana Menteri memerlukan kredibiliti yang tinggi.
Ini yang menyebabkan Anwar berasa gelabah menghadapi Pilihan Raya Umum Ke-13 kerana isu-isu dulu tidak terlerai dan isu-isu baru datang satu demi satu. Helah sedang dicari tetapi masyarakat umum mula mengerti siapa sebenarnya Anwar.