Agenda halus yang bahaya

DARI BLOG TAIPINGMALI

NY Times menulis: “Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun sholat di muka bumi ini, nescaya akan berhentilah putaran bumi kita ini, kerana pusingan dari super conductor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memancarkan gelombang electromagnetic.

Menurut hasil penelitian dari 15 University : Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada.

Beberapa astronout yang di angkasa melihat suatu sinar yang teramat terang memancar dari bumi dan setelah diteliti ternyata ia bersumber dari Bait Allah atau Kaa’bah,Mekah.

Super conductor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai microphone yang sedang menyiarkan dan dimana jaraknya mencapai ribuan million jangkauan siarannya.Prof Lawrence E Yoseph – Fl Whiple menulis:

“Sungguh kita berhutang besar kpd orang Islam, Sholat, Thawaf dan tepat waktu menjaga super conductor itu.” Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illahaillallah, Allahu Akbar. Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan Thawaf Haji dan Umroh.

Sekarang anda mempunyai 2 pilihan.

i) Biarkan superb info berada di page ini supaya orang lain tidak membaca.
ii) menyebarkan ke Teman yang lain dengan klik ‘fowardkan’ supaya orang lain dapat ikut terinpirasi “Subhanallah”…

Inilah propadanda jahat yang mengelirukan kita. Hajar Aswad bukan tahi bintang atau meteor, dia adalah batu dari syurga.



Asal Usul Hajar Aswad
Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Ka’bah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Ka’bah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk.
Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail mahu membinanya dengan meninggikan bangunannya dan mengangkut batu dari berbagai gunung. setelah bangunan Ka’bah itu hampir selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasa kekurangan seketul batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.
Nabi Ibrahim berkata pada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari seketul batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”
Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.
Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahima.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”
Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”
Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah disunnahkan mencium Hajar Aswad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s